Terinspirasi dari peristiwa nyata, film ini berlatar di Rwanda pada tahun 1990-an, ketika lebih dari satu juta orang Tutsi dibunuh dalam genosida yang sebagian besar luput dari perhatian dunia internasional. Pemilik hotel, Paul Rusesabagina, menampung lebih dari seribu pengungsi di hotelnya dalam upaya menyelamatkan nyawa mereka.